Translate

Sabtu, 25 Januari 2014

Ikan Cupang Murah Khusus Reseller



Harga Ikan cupang untuk reseller yang membeli di atas 500 ekor :
Ikan Cupang Jenis Crown Tail ( Serit ) @Rp1500
Ikan Cupang Jenis Halfmoon @Rp2500
Ikan Cupang Jenis Plakad @Rp2500
Ikan Cupang Jenis Double Tail @Rp2500
Ikan Cupang Jenis Bagan @Rp2500
Untuk pengiriman untuk pembelian diatas 500 ekor kami bisa layani melalui kargo udara dan kereta api.

Harga Ikan cupang untuk reseller yang membeli 100 ekor :
Ikan Cupang Jenis Crown Tail ( Serit ) @Rp2500
Ikan Cupang Jenis Halfmoon @Rp3500
Ikan Cupang Jenis Plakad @Rp3500
Ikan Cupang Jenis Double Tail @Rp3500
Ikan Cupang Jenis Bagan @Rp3500
Untuk pengiriman untuk pembelian 100 ekor kami bisa layani melalui tiki ke seluruh wilayah indonesia

Contact : 085655427599, 081217503440, 03178281075
Email : sigma_mail13@yahoo.com

Minggu, 17 Maret 2013

Jual Cupang Hias Partai Murah



Harga uptudate untuk bulan November 2012:

* HALFMOON : @3500
* PLAKAT : @3500
* DOUBLE TAIL: @3500
* DRAGON : @3500
* CROWN TAIL: @2000
* BAGAN Adu : @3500

Untuk pemesanan ikan harga blm termasuk ongkos kirim dan minimal 50 ekor, pengiriman kita menggunakan jasa pengiriman TIKI, JNE, ESL,Herona ekspress dan Kargo. Untuk tanya jawab lebih lanjut bisa menghubungi kami di:

Contact person : 085655427599 dan 081217503440 ( Musthofa )
Email address : sigma_mail13@yahoo.com

Sabtu, 17 November 2012

SEDIA CUPANG PARTAI MURAH BERKUALITAS




Kami menyediakan berbagai jenis cupang hias partai , untuk reseller cupang partai kami berikan harga murah meriah tp tdk asal-asalan. jenis yg kami sediakan antara lain halfmoon, plakad, doubletail, dragon, crown tail/serit, bagan dan bangkok.
kami bisa melayani dalam partai kecil dan besar sesuai pesanan reseller, untuk kwalitas partai minimum pembelian 50 ekor,dan kami berikan harga khusus jika pemesanan per jenis minimum 100 ekor.harga uptudate untuk bulan November 2012:

* HALFMOON : @3500
* PLAKAT : @3500
* DOUBLE TAIL: @3500
* DRAGON : @3500
* CROWN TAIL: @2000
* BAGAN Adu : @3500
nb: size ikan antara s sampe m

Untuk pemesanan ikan harga blm termasuk ongkos kirim,pengiriman kita menggunakan jasa pengiriman TIKI, JNE, ESL,Herona ekspress dan Kargo. Untuk tanya jawab lebih lanjut bisa menghubungi kami di:

Contact person : 085655427599 dan 081217503440 ( Musthofa )
Email address : sigma_mail13@yahoo.com


Selasa, 30 Oktober 2012

Cara Ternak Ikan Cupang


Keindahan tubuh dan ciri-ciri yang spesifik yang dimiliki oleh setiap ikan hias serta nilai ekonomis, adalah faktor utama yang harus diperhatikan dalam budidaya ikan hias. Salah satu jenis ikan yang memiliki syarat-syarat tersebut adalah ikan cupang hias.
Untuk membudiayakan atau mengembangkan ikan cupang hias tidaklah memerlukan lahan yang luas, cukup menyediakan areal sekitar 5 meter persegi. Di Wilayah Jakarta Pusat budidaya ikan cupang ada yang dilakukan diatas dak rumah dan dipekarangan yang relatif sempit, dengan menggunakan wadah bekas ataupun kolam bak semen atau akuarium. Ikan ini relatif mudah dipelihara dan dibudidayakan, karena tidak memerlukan pakan khusus. Pakan ikan untuk benih biasanya digunakan pakan alami berupa kutu air atau daphnia sp. yang dapat ditemukan di selokan yang airnya tergenang. Untuk induk cupang digunakan pakan dari jentik-jentik nyamuk (cuk). Untuk pertumbuhan anak ikan bisa diberi kutu air dan diselingi dengan cacing rambut, akan lebih mempercepat pertumbuhan anak ikan.

Wadah Budidaya

Pada umumnya wadah pemeliharaannya adalah bak semen atau akuarium yang ukurannya tidak perlu besar yaitu cukup 1 x 2 m atau akuarium 100 x 40 x 50 cm, sedang wadah perkawinannya lebih kecil dari wadah pembesaran, yang bisa digunakan antara lain : baskom, akuarium kecil atau ember dapat dipakai untuk memijahkan ikan.

Ciri-ciri khusus ikan cupang jantan

Ciri-ciri khas yang dimiliki oleh ikan cupang hias jantan adalah selain warnanya yang indah, siripnya pun panjang dan menyerupai sisir serit, sehingga sering disebut cupang serit. Sedangkan ikan betina warnanya tidak menarik (kusam) dan bentuk siripnya lebih pendek dari ikan jantan.

Ciri ikan jantan untuk dipijahkan :

Umur ± 4 bulan
Bentuk badan dan siripnya panjang dan berwarna indah.
Gerakannya agresif dan lincah.
Kondisi badan sehat (tidak terjangkit penyakit).

Ciri-ciri ikan betina yang siap pijah : 

-Umur telah mencapai +- 4 bulan
-Bentuk badan membulat menandakan siap kawin.
-Gerakannya lambat.
-Sirip pendek dan warnanya tidak menarik.
-kondisi badan sehat.

Pemijahan dan perawatan ikan

Setelah induk cupang hias dipersiapkan begitu pula dengan wadahnya maka langkah selanjutnya adalah melakukan pemijahan :
Persiapkan wadah baskom/akuarium kecil dan bersih.
Isi wadah dengan air bersih dengan ketinggian 15 – 30 Cm.
Masukkan induk ikan cupang jantan lebih dahulu selama 1 hari.
Tutup wadah dengan penutup wadah apa saja.
Sehari kemudian (sore hari) induk betina telah matang telur dimasukan ke dalam wadah pemijahan.
Biasanya pada pagi harinya ikan sudah bertelur dan menempel disarang berupa busa yang dipersiapkan oleh induk jantan.
Induk betina segera dipindahkan dan jantannya dibiarkan untuk merawat telur sampai menetas.

Pembesaran anak



Ketika burayak ikan cupang sudah dapat brenang dan sudah habis kuning telurnya, sudah harus disiapkan media yang lebih besar untuk tempat pembesaran.
Pindahkan anakan bersama induk jantannya.
Kemudian benih ikan diberi makanan kutu air dan wadah ditutup.
Sepuluh hari kemudian anak ikan dipindahkan ke tempat lain.
Dan selanjutnya setiap satu minggu, ikan dipindahkan ke tempat lain untuk lebih cepat tumbuh.
Pasca Panen Pasca panen yaitu setelah ikan cupang hias mencapai 1 bulan sudah dapat dilakukan pemanenan sekaligus dapat diseleksi atau dipilih. Ikan yang berkwalitas baik dan cupang hasil seleksi dipisahkan dengan ditempatkan ke dalam botol-botol tersendiri agar dapat berkembang dengan baik serta menghindari perkelahian. Setelah usia 1,5 sampai 2 bulan cupang hias mulai terlihat keindahannya dan dapat dipasarkan.

Cara Memilih Cupang Kontes



Merawat ikan cupang hias siap kontes tidaklah sulit , yang diperlukan hanyalah ketekunan dan ketelitian pemeliharaan ikan cupang setiap harinya, misalnya permberian pakan yang teratur , penggantian air akuarium yang teratur, dan tidak lupa pula melatih mental ikan cupang. Tak jarang peternak menghabiskan waktu dari pagi hingga malam untuk mengontrol kondisi ikan cupang.

Cupang hias diberi pakan alami seperti kutu air. Permberian pakan 2x dalam sehari ,pada waktu pukul 07.00 dan 17.00, berikan pakan yang secukupnya. Terlalu banyak pakan tidak bagus khususnya terhadap kebersihan air di akuarium (dikhawatirkan akan mengendap dan membusuk di dasar air)Pemekaian takaran, seperti sendok teh bisa mengontrol jumlah pemberian pakan. Botol aor mineral yang diberi selang juga bisa dimanfaatkan untuk pemberian makanan cupang. Alat itu selain murah juga mudah dioperasikan. Kutu air dimasukan ke botol lalu disemprotkan satu per satu ke dalam akuarium. Kutu air yang telah dibekukan di dalam pemberiannya cukup dengan dicuil-cuil.
Jentik nyamuk dapat diberikan sebagai selingan setiap 2 hari sekali , bisa juga diberikan untuk makanan pokok. Toh ,ikan cupang yang berumur 1.5 bulan sudah bisa makan makanan yang berukuran besar. Cuk sebaiknya diambil yang teidak bengkok atau tua.
Ada cara untuk menyeleksi cuk. Jentik nyamuk yang diambil dari selokan atau empeng biasanya masih kotor dan bercampur dengan larva hewan lain. Masukkan cuk ke air es, secara otomatis mereka akan teler, cuk akan mengendap ke dasar sedangkan Non-cuk akan mengambang.Cuk diambil dengan saringan halus,lalu dimasukan ke dalam air yang telah ditetesi PK, dosis 1/2 tetes untuk ember ukuran 15 liter, ini untuk "membangunkan" cuk, setelah itu cuk dicuci dengan air bersihdan siap disajikan
Jika masih susah diperoleh, cacing cutra ,cacing rambut, atau cacing darah juga bisa diberikan , namun penggunannya terkadang membuat cupang menjadi kembung. Sebaiknya cacing dibersihkan berulang-ulang dengan air bersih sebelum siap disajikan
Pengolahan air sangat penting agar cupang tetap sehat. Ganti air 50% sebaiknya dilakukan setiap hari,semakin sering air diganti pertumbuhan ikan cupang akan semakin cepat. Batas maksimal pergantian air 3 hari. Caranya cukup menyedot dengan selang plastik.
Seminggu sekali air diganti total. Botol atau akuarium dicuci bersih kemudian dijemur agar kuman-kumannya mati. Cara lain untuk membunh cendawanatau bakteri dengan merendam wadah itu dengan larutan PK dosis tinggi selama 1-2 jam. setelah itu wadah dicuci dengan bersih dan dijemur.Terlambat mengganti air menyebabkan penyakit. sisa pakan dan kotoran cupang yang mengendap di dasar air dapat menyebabkan penyakit.

Cupang Ideal Yang Pantas di Pilih Untuk Kontes

Pada saat kita memilih ikan untuk di ikut sertakan dalam kontes ikan cupang yang perlu kita harus perhatikan ialah ikan yang sehat, badan dan sirip terlihat bersih, tidak ada cacat, sisik terlihat rapi dan yang pasti memiliki mental yang berani. Tulang sirip melengkung rapih atau terlihat lurus. Sirip berdiri tegak dan tutup insang terbuka lebar saat ngedok, terlihat agresif & lincah pada saat melihat lawannya.

Pada bagian tubuhnya kalau kita tarik garis tengah, ciri cupang untuk kontes memperlihatkan bayangan yang simetris antara bagian atas dan bawahnya. Cupang kontes mempunyai bentuk yang proporsional antara ukuran tubuh & siripnya. badan agak mengecil sedikit pada bagian pangkal ekor. Bentuk, lebar & ukuran sirip punggung (dorsal) harus mendekati bentuk, lebar & ukuran Sirip Bawah (anal). Bukaan ekor (caudal) membentuk sudut 180 derajat yang di ukur dari tulang ekor pertama hingga tulang ekor terakhir. Bagian luar dari ketiga sirip (sirip ekor, punggung, & bawah) membentuk lingkaran yang saling menutupi dan tidak ada sepasi di antaranya biasanya tulang ekor pada cupang serit berjumlah minimal 11 batang tulang ekor, sirip terlihat lebar dan overlapping di setiap ujungnya. Pencabangan tulang sirip sekunder dan terlihat memiliki jarak yang sama panjang pada tulang siripnya atau rata.Pada gambar di samping kanan layar saya perlihatkan ikan cupang jenis serit warna merah yang kurang baik untuk dipilih untuk cupang kontes, karena ia mempunyai sirip yang tidak lengkap, pada sirip analnya ada sirip yang patah mungkin di akibatkan jamur yang menyerang siripnya, seritnya tidak tersusun dengan rapih & kurang agresif.

Pada cupang kontes yang ideal memiliki warna yang indah dengan identitas yang sama. Pada kelas warna dasar solid, tidak ada warna lain terlihat pada sirip dan tidak ada noda warna lain didalam badannya. Pada kelas warna kombinasi cupang harus memiliki warna gelap dan terang yang memiliki warna kontras. secara keseluruhan penampilan warna harus tampak menarik, indah dan mengkilap.

Kamis, 25 Oktober 2012

Sejarah Di Temukannya Ikan Cupang



Ikan Cupang termasuk ikan yang mempunyai sejarah cukup panjang. Pada tahun 1849 Theodor Cantor menerbitkan sebuah artikel tentang ikan petarung yang kemudian dinamainya dengan Macropodus pugnax. Pada tahun 1909 C. Tate Regan menyadari bahwa pendapat Cantor salah dan sebenarnya pugnax adalah spesies yang sebelumnya memang sudah ada di alam. Regan menamai kembali ikan petarung Cantor dengan nama Betta splendens yang dikenal sampai sekarang
Sebenarnya semua jenis Betta splendens (cupang) yang tersebar di seluruh dunia berasal dari jenis sirip pendek (plakat) dan selama bertahun-tahun jenis ini banyak dipelihara oleh orang-orang di Thailand. Disana mereka memijahkan ikan petarung ini dengan jenis cupang liar. Tujuan utama mereka adalah untuk mendapatkan petarung yang hebat, baik dari segi kekuatan, ukuran, gaya bertarung dan warnanya.

Seleksi ini dilakukan dengan melakukan penyilangan dengan cupang dari breeder lain. Pemenangnya akan menjadi model untuk generasi petarung berikutnya.


Karena tidak ada seleksi alam, maka setelah beberapa generasi, cupang yang diperoleh justru mempunyai sirip dada dan punggung yang panjang. Ikan ini tidak mempunyai “jiwa petarung” karena tidak agresif dan tidak dapat bergerak dengan cepat jika dibandingkan dengan cupang bersirip pendek lainnya. Cupang dengan sirip yang panjang ini akhirnya hanya dapat dinikmati keindahannya saja. Sebenarnya jenis cupang seperti ini sudah ada sejak orang-orang Eropa dan Amerika datang ke Asia Tenggara pada tahun 1850. Sekitar tahun 1960an, breeder India berhasil mendapatkan anakan cupang yang mempunyai dua helai sirip ekor sehingga disebut dengan jenis doubletail. Ciri khas dari jenis ini adalah sirip dada yang sangat lebar dan tubuhnya sedikit pendek. Karena ingin menghilangkan cirri-ciri ini,maka mereka menyilangkan cupang doubletail dengan jenis sirip tunggal,tetapi kemudian hasil yang diperoleh justru bermacam-macam bentuk sirip dada dan perut.
Perlahan-lahan hobi memelihara ikan hias mulai melanda Eropa dan Amerika. Asia meresponnya dengan melakukan persilangan cupang bersirip panjang secara besar-besaran. Sekarang para pehobi di Eropa dan Amerika lebih selektif dalam memilih ikannya supaya karakteristik ikannya tetap terpelihara. Pada tahun 1960, breeder Amerika, Warren Young berhasil menyilangkan cupang dengan sirip yang sangat panjang dan dinamainya dengan “cupang Libby”, sesuai dengan nama istrinya. Ikan ini kemudian dijual ke pehobi di seluruh dunia dan terutama ke peternak di Asia. Jenis inilah yang kemudian berkembang menjadi jenis veiltail.

Pada saat yang sama, breeder Jerman, Dr. Eduard Schmidt-Focke, menyilangkan cupang jenis deltatail yang pertama. Jenis ini mempunyai ekor berbentuk segitiga yang simetris. Maka pada tahun 1967 didirikanlah IBC (International Betta Congres). Tujuan IBC adalah untuk menyilangkan cupang yang mempunyai sirip yang lebar dan simetris. Jenis ini mempunyai kapasitas berenang yang lebih baik. Tetapi perlu waktu yang lama untuk menghasilkan jenis ini. Pada tahun 1980, para breeder terkenal Amerika seperti Peter Göettner and Paris Jones, mengembangkan jenis superdelta dengan sirip yang sangat besar. Pada tahun 1984, orang Perancis Guy Delaval mengimpor jenis ini ke Perancis. Delaval menyeleksi dan menyilangkannya untuk memperoleh sirip punggung yang lebih besar. Pada tahun 1987, dia berhasil memperoleh ikan dengan sirip bersudut 180 derajat. Tetapi Rajiv Massilamoni menganggapnya hal yang mustahil karena biasanya cupang dengan ekor delta atau superdelta yang asimetris hanya mempunyai sudut 160 derajat saja. Laurent Chenot and Rajiv Massilamoni mulai bekerjasama menyilangkan cupang untuk mempertahankan jenis ini. Tetapi mereka terlalu sering mengawinkan pejantannya dengan saudaranya sendiri sehingga ikannya tidak mau lagi mendekati betinanya. Akhirnya mereka menyilangkan cupang yang betinanya berasal dari Delaval sedangkan jantannya adalah jenis melano doubletail turunan Amerika. Ikan ini kemudian dinamai R39 dan disilangkan dengan semua jenis betina hasil biakan Chenot dan Massilamoni. Ternyata beberapa ikan mempunyai sirip 180 derajat. Pada tahun 1991 breeder cupang Amerika bernama Jeff Wilson melihat ikan ini dan menamainya "halfmoon". Dia mulai bekerjasama dengan Chenot and Massilamoni dan menyilangkan jenis Amerika dan menghasilkan lebih banyak anakan halfmoon. Pada tahun 1993, Chenot, Massilamoni dan Wilson menunjukkan jenis ikan halfmoon mereka pada pameran IBC di Tampa Florida dengan nama CHENMASWIL. Mereka memenangkan "Best of show". Inilah awalmula demam halfmoon.

5-10 tahun belakangan ini berbagai jenis ikan dengan sirip yang beraneka ragam mulai ditemukan. Breeder Indonesia Ahmad Yusuf menemukan jenis serit (crowntail). Jenis ini mempunyai ciri khas tulang siripnya tumbuh melampaui sirip. Oleh karena itu penampilannya seperti sisir sehingga ikan ini juga disebut jenis combtail.

Tetapi penemuan dari jenis sirip dan ekor yang lain masih terus dikembangkan. Semua orang di seluruh dunia masih berusaha mengembangkan halfmoon dan serit supaya penyebaran sirip dan bentuk ekornya semakin baik. Pada persilangan halfmoon, yang diutamakan sekarang adalah penyebaran dan pertumbuhan tulang sirip (halfmoon dengan 4, 8 dan 16 tulang). Semakin baik persebaran tulang sirip maka semakin baik pula dukungan terhadap ekor yang dibentuknya.

Dukungan ini sangat dibutuhkan ketika ikan semakin tua dan siripnya semakin panjang. Penemuan halfmoon lainnya adalah overhalfmoon yang penyebaran siripnya lebih dari 180 derajat dan juga halfmoon rosetail.

Cupang Giant


Tahun 1999 pertama kalinya ikan cupang Giant dikembangbiakkan oleh seorang breeder Thailand bernama Mr Athapon (Uncle Sala) dan anaknya Mr. Natee, pemilik Diamond Fish Farm. Mereka mendapatkan seekor cupang plakat dikolam kepunyaan mereka yang memiliki ukuran panjang 4 inchi (10cm) dan kemudian mengembangkan ikan cupang tersebut.
Mereka mencari indukan betina yang besar dari sekitar 300 an kolam mereka untuk pasangan si cupang plakat raksasa yang mereka miliki. Dengan gigih mereka melakukan selektif breeding dengan menyilangkan cupang raksasa tersebut sehingga dicapai ukuran dan bentuk yang dikehendaki. Pada tahun 2001 Uncle Sala mulai memasarkan cupang raksasanya dan menamakannya Giant Betta. Setahun kemudian dikirimnya giant betta ini mengikuti kontes cupang internasional IBC di Amerika Serikat.
Pada awalnya untuk mencapai ukuran 3 inchi (7.5 cm) dibutuhkan waktu 8-9 bulan namun sekarang untuk mencapai ukuran yang sama dapat dicapai hanya dalam waktu 5 bulan saja. Sementara sirip dan warna sudah berkembang semakin bervariasi sehingga didapat giant halfmoon, giant double tail, giant serit. Ukuran terbesar yang dapat ditemukan adalah 5 inchi (12.5 cm) pada giant berumur lebih dari 1 tahun.
Cupang giant sendiri memiliki 2 jenis yaitu jenis aduan dan jenis hias, sample foto di samping merupakan jenis aduan. Jenis hias sendiri bisa terdiri dari giant crown tail, giant double tail, giant halfmoon dan giant plakat.